Label

Minggu, 18 Mei 2014

Efek Minyak Sawit Terhadap Kesehatan




Minyak sawit adalah minyak nabati edible yang didapatkan dari mesoscarp buah kelapa sawit. Minyak sawit adalah minyak nabati yang paling banyak diproduksi di dunia. Minyak sawit banyak digunakan untuk memasak, karena dapat menyumbat arteri trans-lemak. Selain itu, minyak sawit lebih bersih dan stabil sehingga meninggalkan dapur dalam keadaan kurang berminyak dan mudah dibersihkan.
            Minyak sawit secara umum berwarna merah karena mengandung beta-karoten yang tinggi. Dari  kelapa sawit dapat menghasilkan dua macam minyak sawit, yaitu minyak sawit dan minyak inti sawit. Minyak sawit termasuk minyak yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit berwujud setengah padat pada temperature ruangan dan memiliki beberapa minyak jenuh yaitu asam laurat 0.1%, asam miristat 1%, asam stearat 5%, dan asam palmitat 44%. Sedangkan lemak tak jenuh yaitu dalam bentuk asam oleat 39%, asam linoleat 10%, dan asam alfa linoleat 0.3%.             
            Asam palmitat adalah bahan baku yang diproses untuk mendapatkan minyak sawit. Dalam pemrosesan asam palmitat minyak sawit mengalami oksidasi, dan minyak yang teroksidasi ini terikat dengan berbagai risiko kesehatan yang diakibatkan oleh konsumsi minyak sawit. Minyak sawit terdiri atas asam lemak yang telah terestifikasi dangan gliserol.  Namun tidak seperti semua jenis lemak, minyak sawit  sawit mengandung lemak jenuhdalam persentase yang tinggi.
            Organisasi kesehatan dunia menyatakan konsumsi asam palmitat meningkatkan risiko timbulnya penyakit kardiovaskuler seperti halnya risiko yang diakibatkan oleh lemak trans. Kadar lemak   dari minyak sawit yaitu asam miristat (lemak jenuh) C14, asam palmitat (lemak jenuh) C16, asam stearat (lemak jenuh) C18, asam oleat (lemak tak jenuh tunggal) C18,  dan asam linoleat (lemak tak jenuh ganda) C18. Mengonsumsi lemak jenuh dan kolesterol  dalam jumlah yang besar dapat meningkatkan penyakit jantung koroner (PJK), dan kadar kolesterol serum. Lemak jenuh yang dimaksud yaitu triagliserol (TGA). Namun efek  lemak jenuh dari minyak sawit terhadap kolesterol relative rendah jika dibandingkan dengan  lemak jenuh dari minyak nabati yang lainnya.         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar